Jakarta (ANTARA News) - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang persepsi masyakarat terhadap "Kasus Nazaruddin dan Perubahan Dukungan Partai", menyebutkan dukungan masyarakat (responden) kepada Partai Demokrat menurun lima persen yaitu dari 20,5 persen (Januari 2011) menjadi 15,5 persen (Juni 2011).

Pendiri LSI Denny JA dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, mengatakan menurunnya dukungan publik atas Partai Demokrat antara lain disebabkan kuatnya kepercayaan masyarakat bahwa M Nazaruddin diduga terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games.

Survei LSI tersebut dilakukan pada 1-7 Juni 2011 dengan mengambil sampel kepada 1.200 responden di 33 provinisi, menggunakan metode multistage random sampling, wawancara, tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner dengan tingkat kesalahan lebih kurang 2,9 persen.

Denny menjelaskan, turunnya dukungan publik terhadap Demokrat juga ditunjukkan survei bahwa 41,2 persen responden menyatakan Demokrat kurang tegas dalam menyelesaikan kasus Nazaruddin, sedang 22,6 persen responden menyatakan tegas.

Terhadap pertanyaan kasus korupsi menjadi pertimbangan memilih Demokrat, terdapat 42,4 persen responden menyatakan kasus korupsi akan menjadi pertimbangan memilih, sedang 10,9 persen responden menyatakan tidak menjadi pertimbangan memilih.

Menurut Denny, turunnya dukungan Demokrat sebanyak 5 persen dalam lima bulan terakhir itu, maka 40 persen suara akan beralih ke Partai Golkar, 9 persen suara ke PDIP, 12 persen suara ke partai lain dan 39 suara persen mengambang.

Survei LSI itu menyebutkan dukungan Golkar meningkat dalam lima bulan terakhir yakni dari 13,5 persen (Januari 2011) menjadi 17,9 persen (Juni 2011), dukungan PDIP meningkat dari 12 persen menjadi 14,5 persen, partai lainnya menurun dari 27,2 persen menjadi 19,8 persen persen, sedangkan tidak menjawab meningkat dari 27,8 persen menjadi 32,3 persen.

"Sejak survei LSI pada 2009 itu baru pertamakalinya suara Demokrat tidak lagi menjadi nomor satu pada Juni 2011, antara lain disebabkan kasus Nazaruddin memiliki daya penurun yang cukup kuat," kata Denny.

Hal tersebut, katanya, mengakibatkan Golkar diuntungkan karena mendapat limpahan suara Demokrat, serta Golkar yang suara meningkata saat karena memiliki program "Bersama Bangkitkan Usaha Kecil" yang terus berjalan.

Denny memberikan solusi bagi Partai Demokrat agar dukungan publik pulih seperti pada Januari 2011 yang mencapai 20,5 persen, yaitu program percepatan penyelesaikan kasus Nazaruddin, sebab jika tidak segera dilakukan, maka bukan tidak mungkin dukungan suara Demokrat akan semakin berkurang khususnya menghadapi Pemilu 2014.(*)