<< November 2017 >> 
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Link

Visitors Counter

22959
TodayToday20
YesterdayYesterday6
This WeekThis Week84
This MonthThis Month279
All DaysAll Days22959

Solo (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella menyatakan optimistis bahwa partainya bisa memenuhi target membetuk 7.000 pengurus ranting di wilayah Jawa Tengah dalam satu bulan ke depan.

"Pembentukan 7.000 pengurus ranting tersebut sebelum rapat koordinasi nasional (Rakornas) 26 Juli 2011, sudah harus selesai 100 persen," kata Patrice Rio Capella dalam Rapat Koordinasi Terbatas DPD Partai Nasdem se-Eks Keresidenan Surakarta di Solo, Minggu.

Menurut Patrice yang didampingi Ketua DPP Partai Nasdem Charles Mekyansah, Sekjen Partai Nasdem Jawa Tengah Ayub Purnomo, Ketua DPD Partai Nasdem Solo, Helmi Yusuf, dan pengurus DPP Partai Nasdem, Fitri Rangkuti, target tersebut selain Jawa Tengah, juga berlaku di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pihaknya juga mengharapkan mampu mencapai target sebanyak 10 juta kader hingga April 2012.

Ia menjelaskan, kepengurusan Partai Nasdem hingga sekarang sudah terbentuk di 33 provinsi, 497 kabupaten maupun kota, dan 6.670 kecamatan.

"Jadi sudah mencapai 98 persen jangkauan partai mengusung tema `Restorasi Indonesia` ini," katanya.

Menurut dia, partainya kini tinggal membentuk kepengurusan di desa-desa, dan hal itu tidak akan ada kendala, karena embrionya sudah ada.

Selain itu, kata dia, sejumlah lapisan masyarakat akan menerima kedatangan Partai Nasdem tersebut, karena hal ini satu satunya yang mengusung tema perubahan pada Pemilu 2014.

"Jateng, Jabar dan Jatim mempunyai jumlah desa besar, sehingga menjadi target pembentukan pengurus ranting," katanya.

Namun, kata dia, bukan berarti desa-desa lain di luar Pulau Jawa kemudian terus dikesampingkan. Karena, jika Jawa dapat memenuhi target, maka daerah di luar lainya akan lebih mudah.
(B018//R007)

 

JAKARTA - Saat ini bangsa Indonesia dinilai telah kehilangan kewibawaan. Akibatnya, banyak kepentingan asing masuk mempengaruhi kebijakan negara dari segi ekonomi, politik, budaya, bahkan kedaulatan NKRI.

"Bukan hanya itu, pemimpin pun tidak ada wibawanya lagi bagi rakyatnya. Presiden kita saja sudah menjadi objek hujatan dan cemoohan. Tokoh ulama, tokoh masyarakat, juga tdk lagi dipandang oleh pengikutnya," kata Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ahmad Doli Kurnia dalam rilisnya kepada okezone, Minggu (12/6/2011).

Read more...

 

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Bambang Soesatyo, menilai bahwa penuntutan sejumlah perkara korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat janggal.

"Semua itu memunculkan pertanyaan seputar kredibilitas dan kapabilitas Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," katanya kepada ANTARA News di Jakarta, Minggu.

Karena itu, ia dan sejumlah anggota Komisi III DPR RI yang juga didukung sejumlah pemerhati hukum dan keadilan bersepakat bahwa harus ada pengawasan khusus terhadap proses penuntutan kasus Tipikor di KPK.

Read more...

 

Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal DPR RI Nining Indra Saleh mengatakan pihaknya sudah mengembalikan surat pemanggilan terhadap mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Read more...

 

Jakarta (ANTARA News) - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang persepsi masyakarat terhadap "Kasus Nazaruddin dan Perubahan Dukungan Partai", menyebutkan dukungan masyarakat (responden) kepada Partai Demokrat menurun lima persen yaitu dari 20,5 persen (Januari 2011) menjadi 15,5 persen (Juni 2011).

Pendiri LSI Denny JA dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, mengatakan menurunnya dukungan publik atas Partai Demokrat antara lain disebabkan kuatnya kepercayaan masyarakat bahwa M Nazaruddin diduga terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games.

Read more...

 
More Articles...

Berita Nasional